A. Mortalitas (Angka Kematian)

Angka kematian pada Tahun 2018 di wilayah kerja UPT. Puskesmas Kec. Lau sebanyak 3 orang.
1. Angka kematian Neonatal di Kelurahan Maccini Baji, laki-laki sebanyak 1 orang dan perempuan sebanyak 1 orang
2. Angka kematian bayi di Kelurahan Soreang, laki-laki sebanyak 1 orang
3. Angka kematian ibu tidak ada

B. Morbiditas (Angka Kesakitan)

Berdasarkan data Tahun 2018 jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas Lau sebanyak 14.535 jiwa dengan 10 penyakit terbesar adalah sebaga berikut:

Dari data diatas menunjukkan bahwa Batuk merupakan masalah kesehatan yang utama di wilayah kerja Puskesmas Lau Tahun 2018. Kasus yang paling tinggi dari sepuluh penyakit terbesar adalah Batuk dengan jumlah penderita sebanyak 3.229 kasus, yang kedua adalah Demam yang tidak diketahui sebabnya sebanyak 2.714 kasus, yang ketiga adalah penyakit Influenza sebanyak 2.684 kasus, sedangkan yang paling rendah kasusnya adalah penyakit diare dan gastroenteritis sebanyak 651 jiwa dari total kasus terbesar.

C. Penyakit Menular

  1. Angka kesembuhan penderita TB Paru BTA (+)
    Pada tahun 2018 jumlah suspek yang dinyatakan positif menderita TB Paru BTA (+) sebanyak 59 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut maka dilakukan pemberian pengobatan anti tuberkulosis secara rutin selama 6 bulan kepada semua penderita yang dinyatakan positif.
  2. Persentase balita dengan pneumonia ditangani
    Pneumonia merupakan penyakit yang sangat serius dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Ironisnya, faktor risiko utama kematian ternyata akibat pemberian antibiotik yang tidak adekuat dan tidak tepat.

    Di seluruh dunia setiap tahun diperkirakan terjadi lebih 2 juta kematian balita karena pneumonia. Di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia 5 per 1.000 balita per tahun. Ini berarti bahwa pneumonia menyebabkan kematian lebih dari 100.000 balita setiap tahun atau hampir 300 balita setiap hari atau 1 balita setiap 5 menit.

    Kasus pneumonia balita yang ditemukan dan ditangani di Puskesmas Lau pada tahun 2018 sebanyak 7 orang, yang terdiri dari 5 orang di Kelurahan Allepolea, 1 orang di Desa Marannu dan 1 orang di Desa Bonto Marannu.
  3. Angka kesakitan diare
    Hingga saat ini penyakit Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya angka kesakitan diare dari tahun ke tahun. Dari data 10 penyakit terbesar tahun 2018 di puskesmas Lau diare menduduki urutan ke 10 (sepuluh) atau sebesar 3,7 %. Pada tahun 2018 jumlah kasus diare yang ditangani sebanyak 222 orang dilayani  balita dan 611 orang semua umur.
  4. Angka kesakitan malaria
    Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria yang bernama Anopheles. Nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria ini banyak terdapat pada daerah dengan iklim sedang khususnya di benua Afrika dan India. Termasuk juga di Indonesia. Di puskesmas Lau Pada tahun 2018, Jumlah pemeriksaan sediaan darah tidak ada.
  5. Angka penyakit kusta
    Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang kulit dan syaraf tepi. Jumlah penyakit kusta di Puskesmas Lau pada Tahun 2018 sebanyak 3 orang.
  6. Angka penyakit filariasis
    Filariasis adalah suatu infeksi cacing gelang melalui nyamuk yang hanya sesekali bersifat zoonik. Dapat menimbulkan pembesaran yang menyolok dan cacat dari anggota tubuh. Pada Tahun 2018 tidak ditemukan penderita filariasis di Puskesmas Lau.
  7. Angka penyakit DBD
    Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tersangka DBD di wilayah kerja Puskesmas Lau sebanyak 14 jiwa dan tidak ada yang dinyatakan meninggal.
  8. Angka Hipertensi
    Kasus Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lau dapat dilihat dari grafik dibawah ini :

Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah hipertensi / tekanan darah tinggi terdapat di Desa Marannu dengan persentase 59,21% sebanyak 1.006 Jiwa dari jumlah estimasi penderita hipertensi sebanyak 1.699 jiwa dan yang terendah berada di Kelurahan Allepolea dengan persentase 41,78% sebanyak 2.380 Jiwa dari jumlah estimasi penderita hipertensi 5.695 jiwa.

D. Perbaikan Gizi Masyarakat

Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakekatnya dimaksudkan untuk menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Beberapa permasalahan gizi sering dijumpai pada kelompok masyarakat adalah Kekurangan Kalori Protein, Kekurangan Vitamin A, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium, dan anemia zat besi.

  1. Pemantauan pertumbuhan balita
    Upaya pemantauan terhadap pertumbuhan balita dilakukan melalui kegiatan penimbangan di posyandu secara rutin setiap bulan. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah balita yang ada 3.162 balita dan yang ditimbang 2.442 balita (77,2 %) dan status balita gizi kurang (BB/U) sebesar 34 (1,4%).
  2. Pemberian Kapsul Vit.A
    Cakupan pemberian kapsul vitamin A, 2 kali pada bulan Februari dan Agustus, pemberian Capsul Vit A tahun 2018 pada balita sebanyak 2.789 (85,4 %) dan bayi sebanyak  501 (80,0%) dari 3.290 bayi balita yang ada yang mendapat vitamin A
  3. Pemberian Tablet Besi
    Pada tahun 2018, ibu hamil yang ada sebesar 591 dan yang mendapatkan pemberian Fe 30 tablet (Fe1) adalah 561 bumil (94,9%) dan Fe 90 (Fe3) adalah 561 bumil (94,9%). Pemberian tablet Fe ini sangat diperlukan oleh ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia ibu hamil.